Kamis, 29 Maret 2012

10 manfaat tertawa


1. Tertawa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan jumlah antibodi yang memproduksi sel T. Sel-sel ini membantu tubuh melawan virus dan tumor.
2. Tertawa membantu penderita hipertensi karena dapatmenurunkan tekanan darah. Tertawa juga mengurangi kadar hormon kartisol yang menghalangi proses penyembuhan penyakit dan juga membantu menstabilkan tingkat gula darah.
3. Tertawa merangsang perubahan zat kimia dalam otak yang membantu menahan tubuh terhadap efek kumulatif dari stres.
4. Tertawa membantu membakar kalori. Menurut penelitian, tertawa 10-15 menit setiap hari dapat membakar kalori hingga 40 kalori. Tertawa juga meningkatkan denyut jantung dan mempercepat metabolisme yang memengaruhi berat badan.
5. Tertawa merangsang otak untuk memproduksi hormon endorfin, yang membantu menaikkan suasana hati seseorang dan membuat perasaan bahagia.
6. Tertawa membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh, sehingga baik bagi kesehatan jantung, otak dan peredaran darah.
7. Tertawa menjadi 'pijat' bagi organ internal karena efeknya mirip dengan melakukan olahraga.
8. Tertawa juga memberikan latihan ringan untuk jantung, paru-paru, diagfragma dan bahkan otot-otot perut.
9. Tertawa membantu melepaskan ketegangan di otot-otot wajah, leher, bahu dan perut, dimana semua bagian tubuh ini sering mengalami ketegangan akibat rutinitas sehari-hari.
10. Tertawa itu menular. Orang yang tertawa atau melucu dengan membuat lelucon akan mengundang tawa sehingga meningkatkan semangat dan menciptakan energi positif bagi orang-orang sekitarnya.

shinee : sherlock


Jumat, 23 Maret 2012

Islamic Web Clock Widget - Love Allah - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Web Clock Widget - Love Allah - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

KISAHKU SI “ANEH”

Aku bingung ingin bercerita darimana, karena sebenarnya aku tak ingin menceritakan ini, tetapi aku pun sudah lelah menanggung ini semua selama hampir  30 tahun, waktu yang tak sebentar bukan?.  Hmmm oke….aku akan mulai bercerita
Dulu, aku sama seperti anak laki-laki kecil lainnya, suka bermain, berlari kesana kemari tak mau diam, badanku tumbuh dengan sewajarnya anak-anak seumuranku. Sungguh indah masa kecilku, sebelum penyakit itu datang. Aku menderita penyakit itu sekitar umur 12 tahun, sebenarnya ini penyakit bawaan dari lahir namun ketika itu baru tumbuh. Aku pun tak tau persis apa nama penyakit ini, sejenis kanker kulit yang tumbuh terus tetapi tidak ganas. Sebenarnya penyakit ini tak pernah mengganggu organ-organ dalamku, tak ada keluhan yang kurasa. Satu yang pasti ”dia” telah membuatku sulit bergerak, tanganku terus diberi beban olehnya, sampai saat ini tangan kananku sudah sangat sulit diangkat, tangan ini hanya bisa terkulai lemah.
Kanker ini memang hanya menggelayuti tanganku, bebannya setiap hari bertambah secara perlahan, bisa kalian bayangkan sekarang tanganku sebesar apa. Pekerjaan yang menurut kalian sangat mudah dilakukan akan berbanding terbalik denganku, salah satunya memekai pakaian, untuk kalian beberapa detik pun bisa selesai sedangkan aku perlu perjuangan yang lama karena lagi-lagi tanganku tak muat di lengan baju manapun sehingga harus ku paksa dan aku hanya bisa memakai tangan kiriku yang sebenarnya sama juga berat tetapi semua itu ku jalani sendiri, aku enggan meminta bantuan orang lain, selagi ku mampu aku akan mengerjakan sesuatu hal itu sendiri, aku tak mau menyusahkan orang lain, aku tak mau dikasihani orang lain sekalipun itu keluargaku. Karena tanganku semakin berat tulang dadaku menonjol kedepan manahan beban, ya inilah penampilan yang membuatku tambah ”aneh”.
Aku sadari awalnya memang sulit menjalani hidup seperti ini, sangat sedih rasanya ketika melihat orang lain bisa hidup normal dengan tubuhnya, bisa melakukan segala hal yang dia mau. Percaya diriku sering hilang ketika berjalan dikeramaian orang-orang menatap aneh, entah apa yang ada dipikiran mereka, mungkin kasihan dan iba, mungkin juga merasa ketakutan dan ngeri melihatku. Ya apapun yang mereka pikirkan aku sebenarnya tak mau ambil pusing, karena memang inilah aku dengan segala keterbasanku. Bersyukur kelurgaku yang setia menemaniku pergi tak pernah risih dengan tatapan orang-orang, tak pernah merasa malu jalan denganku yang ”aneh” ini. Ya keluargaku adalah sumber percaya diriku, sumber semangatku.
Orang-orang disekitarku yang sudah mengetahui keadaanku memperlakukanku sama seperti orang normal lainnya, sampai suatu saat aku pernah dipercaya menjadi manajer (itu bahasa kerennnya) tim sepak bola rt tempat ku tinggal. Walaupun hanya tingkat rt tapi aku senang karena aku bisa berguna untuk orang lain. Suatu kali aku pernah mencoba usaha makanan ringan yang ku titipkan dibeberapa warung, sayang tidak berlanjut karena aku merugi, akhirnya sekarang aku lebih senang mengurusi ikan-ikan di kolam yang Alhamdulillah sudah beranak pinak banyak. Aku pun pernah dipercaya sebagai bendahara listrik di rt ku, aku senang dengan segala keterbasanku mereka menghargaiku. Aku ingin selalu berusaha jadi orang berguna, aku pun tak ingin jadi orang gaptek, aku punya email dan facebook ya walaupun baru sedikit temanku, tak apalah yang penting eksis.   
Kalian tahu saat ini aku sudah malas pergi jauh, aku sudah enggan berjalan di keramaian, karena tanganku sudah sangat membuatku keberatan, lelah rasanya mambawanya kemana-mana. Dunia maya yang menjadi hiburanku, ikan-ikan yang selalu menemaniku dan yang pasti orang tua yang setia mendampingiku sampai sekarang.   Shalat semakin sulit ku kerjakan ketika takbiratul ihram tanganku kubiarkan terjulur, karena lagi-lagi memang berat, memang sholatku tak bisa seperti orang normal lainnya namun yang pasti aku tak akan pernah berhenti melaksanakannya selama nafasku masih ada. Kalian tahu sekarang di sekujur tubuhku tumbuh benjolan-benjolan kecil, kata dokter yang memeriksaku namanya neropibromatosis, ini membuat penampilanku makin buruk. Kini  hanya bisa kupasrahkan semua padaNYA, hanya DIA pemilik segala yang tau setiap bisikkan hati, mungkin ini memang salah satu  cara Allah menyayangiku. Sekarang penyakitku sedang diteliti oleh para ahli, setiap beberapa bulan sekali ku pergi ke jakarta untuk diperiksa secara rutin, tentu saja aku ditemani oleh kakakku yang dari dulu sampai sekarang selalu mengusahakan pengobatan untukku, namun karena belum diketahui penyakit pastinya apa apalagi obatnya jadi kubiarkan aku menjadi bahan penelitian, ku berharap dengan begitu jika suatu saat ada yang mengalami penyakit sepertiku sudah ditemukan obatnya.
Selalu bersyukurlah kalian yang mempunyai tubuh yang sempurna, percaya dirilah dengan apa yang diberikan Allah untuk kita. Jika kalian mendapatkan ujian dalam hidup yakinlah bahwa itu salah satu caraNYA menyayangi kita dan hadapilah ujian itu semampunya, jangan merasa Allah tak adil karena kita tak pernah tau masih banyak orang yang diberi ujian jauh melebihi yang kita rasakan.
  
























Kamis, 15 Maret 2012

SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH (SIKDA) ELEKTRONIK DIIMPLEMENTASIKAN DI INDONESIA


                     
Salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat sehat adalah sistem informasi kesehatan (SIK) yang baik. SIK diperlukan untuk menjalankan upaya kesehatan dan memonitoring agar upaya tersebut efektif dan efisien. Oleh karena itu, data informasi yang akurat, pendataan cermat dan keputusan tepat kini menjadi suatu kebutuhan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi kementerian kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc., dalam jumpa pers siang ini, Jumat (01/07).
“Kementerian Kesehatan, melalui Pusat Data dan Informasi saat ini sedang menyusun Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) elektronik yang berisi data set yang diharapkan menjadi sebuah standar pencatatan dan pelaporan setiap puskesmas di seluruh Kota/Kabupaten”, ujar dr. Jane.
Menurut dr. Jane, kegiatan pengembangan SIK ini meliputi pengembangan regulasi dan standar (road map, peraturan pemerintah, dan pengembangan petunjuk teknis SIK); pengembangan Bank Data Nasional; dan pengembangan National Health Data Dictionary.

“Kita akan membuat software SIKDA yang open source untuk puskesmas dan kabupaten, serta bersifat inter-operable dengan sistem-sistem pencatatan dan pelaporan yang sudah ada”, jelas dr. Jane.
Software SIKDA yang bersifat generik ini direncanakan akan selesai pada akhir September tahun ini, dan akan dibagikan ke seluruh puskesmas secara gratis. Selanjutnya secara bertahap, akan dibuat komponen SIKDA untuk rumah sakit. Sehingga diharapkan pada akhir tahun 2012, Indonesia telah memiliki SIK yang baik yang merata sampai ke daerah, dimana seluruh unit pelayanan kesehatan yang meliputi puskesmas dan rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, dapat terhubung dan memberikan gambaran kondisi kesehatan secara utuh dan berdasarkan evidence based.
“Manfaat SIKDA elektronik dalam hal adminisntrasi, manfaat tersebut dapat dirasakan baik oleh masyarakat secara langsung maupun oleh petugas sebagai penyelenggara kesehatan, karena waktu tunggu pasien berkurang, alur lebih jelas, dan mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Selanjutnya, dalam hal medis, SIKDA elektronik mampu meminimalisasi terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak langsung meningkatkan penggunaan obat generik di masyarakat”, ujar dr. Jane.

Pada kesempatan tersebut, disebutkan pula bahwa beberapa daerah di Indonesia telah lebih dulu berinovasi dan merasakan manfaat atas penggunaan e-health, yaitu penerapan teknologi informasi komunikasi untuk sistem informasi kesehatan, antara lain Kabupaten Purworejo, Kab. Bantul, Kab. Ngawi, Kab. Padang Pariaman, Kota Bandung, Kota Jembrana, Kota Batam, Kota Balikpapan, kota Tomohon, Prov. DIY, Prov. NTB, Prov.Aceh, juga di hampir seluruh RS tipe A, RS vertikal dan  RS swasta.

Dalam jumpa pers tersebut, Erwin Susetyoaji SKM, M.Kes, Kepala Sie. Jaringan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Purworejo, mendemonstrasikan Sistem Informasi Kesehatan Kab. Purworejo yang telah berhasil menghubungkan 27 Puskesmas di wilayah tersebut sejak tahun 2004. Dalam lima tahun pertama, penggunaan SIK di Kab. Purworejo berhasil menghemat 23% dalam pemakaian kertas dan ATK, dan petugas kesehatan memiliki waktu 50% lebih banyak untuk melayani pasien.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai e-prescription, Kemkes sangat terbuka dan menerima berbagai inovasi, baik komponen dari SIK maupun sistem secara keseluruhan. Hal yang penting adalah, inovasi tersebut harus memenuhi standar dan interoperable dengan SIKDA elektronik yang dibuat oleh Kemkes.

“Sebagai upaya lebih lanjut, Kemkes akan membuat regulasi resep elektronik, agar software-software yang saat ini terus berkembang harus tetap sejalan dengan tujuan, yaitu meningkatkan keamanan pasien; meningkatkan akurasi dan efisiensi peresepan; mengurangi biaya perawatan karena reaksi obat yang tidak diinginkan (kesalahan pengobatan); meningkatkan kepatuhan terhadap formularium; dan memudahkan pelaporan dan evaluasi penggunaan obat”, tegas dr. Jane.

Dalam implementasi SIKDA elektronik, saat ini Kemkes mendapat dukungan teknis dari Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Jerman. Peralihan sistem informasi manual menjadi computerize based system, yang menjadikan komputer sebagai urat nadi komunikasi, perlu didukung dengan fasilitas yang memadai serta sumber daya manusia yang terlatih dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu, Indonesia juga mendapatkan bantuan The Global Fund (GF) sebesar US$ 12 juta selama lima tahun, untuk modernisasi puskesmas di daerah yang letaknya terpencil atau infrastrukturnya tidak memadai untuk diterapkannya SIKDA elektronik. Sedangkan untuk daerah lain, akan menggunakan dana APBN/APBD dalam penerapan SIKDA elektronik.

Sumber: Kementrian kesehatan Indonesia

SISTEM CATATAN KESEHATAN ELEKTRONIK








 Tidak ada dua fasilitas memiliki sistem catatan kesehatan elektronik yang sama. Sistem catatan kesehatan elektronik yang digunakan di berbagai fasilitas saat ini adalah kombinasi dari berbagai sistem yang mengintegrasikan kebutuhan dokumentasi medis ke dalam format elektronik. Penulis Bowie telah bekerja dengan berbagai fasilitas untuk menerapkan sistem catatan kesehatan elektronik dalam berbagai organisasi perawatan kesehatan. Setiap perjalanan pelaksanaan telah menjadi khas berdasarkan kebutuhan informasi, anggaran, sistem otomatis yang ada, dan faktor lainnya.

 Transisi dari Rekaman Kertas untuk Kesehatan Elektronik
            Fasilitas yang ada di negara-negara transisi memandang perlu untuk memiliki catatan kesehatan elektronik. Dalam sistem hibrida (pencangkokan), beberapa dokumen tetap di atas kertas sedangkan bagian lain dari dokumen adalah elektronik. Salah satu hal yang paling penting untuk mengidentifikasi, ketika mengelola catatan hibrida, adalah ketentuan hukum fasilitas catatan ini. Perlu dicatat bahwa hukum negara adalah dasar utama untuk ketentuan hukum catatan pasien.
Dampak Persoalan Hukum Catatan Kesehatan Elektronik
            Fasilitas perlu kejelasan dalam penentuan hukumnya untuk mampu menanggapi berbagai permintaan untuk seluruh dokumen. Isi dari UU atau hukum harus ditentukan dalam kebijakan fasilitas, dan standar untuk menjaga keamanan dan integritas dari catatan harus jelas.  Sebagai fasilitas yang berada dalam masa transisi dari format kertas ke elektronik, hal ini sangat membantu untuk mengembangkan sebuah dokumen yang menggambarkan berbagai sumber bagian komponen dari catatan pasien.
            Isu lain yang harus ditangani dalam kebijakan fasilitas adalah penyelesaian dokumen dan jangka waktu dokumen dapat diubah sebelum dokumen selesai disimpan, hal ini menjadi bagian dari hukum dokumen. Fasilitas perlu menetapkan kebijakan yang membahas pengelolaan dokumentasi elektronik yang berbeda versi.
Contoh
Rumah sakit Sunny Valley  memiliki catatan kesehatan elektronik yang mencakup catatan perkembangan. Setelah melihat pasien, staf klinis mendokumentasikan kemajuan pasien dalam catatan elektronik. Catatan tersebut dipertimbangkan dalam rancangan format kemudian setelah selesai, catatan tersebut disimpan dalam dokumen oleh dokter. Jika dokter jauh dari computer dan sebelum selesai disimpan, maka sistem akan secara otomatis mengunci catatan setelah 3 menit. Karena dokumen itu belum selesai disimpan oleh dokter, sehingga dapat disimpan kemudian diedit. Namun, jika catatan sudah selesai disimpan, catatan tidak dapat diedit.
            Organisasi perlu menetapkan kebijakan yang menjelaskan waktu tenggang dokumen berada dalam format. Setelah dokumen selesai disimpan, dokumen tidak boleh diubah. Jika dokumen perlu diubah setelah disimpan, koreksi perlu terjadi mengikuti prosedur untuk koreksi catatan, terlambat masuk, atau perubahan. Kebijakan yang mengatur koreksi, entri terlambat, dan perubahan catatan pasien perlu dibuat berdasarkan fungsi dari catatan kesehatan elektronik. Ketika suatu saat ada koreksi, maka catatan asli akan tetap pada versi yang telah dikoreksi.
            Masalah lain yang harus dipertimbangkan ketika transisi catatan kesehatan elektronik adalah bagaimana catatan akan terlihat bila dicetak dari format elektronik. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi HIM professional saat ini adalah bagaimana untuk mencetak catatan elektronik ketika seluruhnya  dibutuhkan. HIM dan teknologi informasi profesional perlu bekerja sama untuk mengembangkan hard copy dari catatan elektronik.

ELECTRONIC HEALTH RECORD SYSTEMS
No two facilities have the same electronic health record system. Electronic health record systems that are used in various facilities today are combinations of various systems that integrate medical documentation needs into an electronic format. Author Bowie has worked with numerous facilities to implement electronic health record systems in a variety of types of health care organizations. Each implementation has been a unique journey based on the information needs, budget, existing automated systems, and other factors.
Transition from Paper Records to Electronic Health Records
            Facilities are in various transitional states in regard to having electronic health records.In a hybrid system, some documents remain on paper while other parts of the record are electronic. One of the most important issues to identify, when managing a hybrid record, is the facility’s definition of its legal record. It should be noted that state law is the primary basis for the definition of the legal patient record.
Issues Impacting the Electronic Legal Health Record
            Facilities need to clearly define their legal record to be able to respond to various requests for an entire patient’s record. The content of the legal record must be defined in facility policy, and standards for maintaining the security and integrity of the record need to be clearly defined. As facilities are in transition from paper to electronic formats, it is most helpful to develop a document that delineates the various sources of the component parts of the patient’s record.
            Another issue that should be addressed in facility policy is document completion and the time period in which documents can be changed before they are final saved as part of the legal record. Facilities need to establish policies that address the management of different versions of electronic documentation.
Examples
Sunny Valley Hospital has an electronic health record that includes electronic progress notes. After seeing the patient, the clinical staff documents the progress of the patient in an electronic note. The note is considered in draft format and needs to be final saved by the clinician entering the note. If the clinician is called away from the computer prior to completion, the system will automatically lock down the note after 3 minutes. Since the document was not final saved by the clinician, the note can be completed and edited. However, if the note is final saved, the note cannot be edited.
            Organizations need to establish policies that delineate the acceptable time period for a document to remain in draft format. After a document is final saved, the document must not be altered. If the document needs to be changed after it has been final saved, the correction needs to occur following the procedure for record correction, late entry, or amendment. Policies that govern corrections, late entries, and amendments to patient records need to be established based on the functionality of the electronic health record. When subsequent corrections are made, the original entry will remain with the corrected version. Another issue that must be considered when transitioning to electronic health records is how the record will look when it is printed from its electronic format. One of the greatest challenges facing HIM professionals today is how to print the entire electronic record when needed. HIM and information technology professionals need to work cooperatively to develop a hard copy of the electronic record.


sumber: Essentials of Health Information Management: Principles and Practices by Michele A. Green and Mary Jo Bowie

Senin, 12 Maret 2012

watak melankois

Serius dan Tekun. Orang Melankolis yang Sempurna adalah orang yang serius dalam menetapkan tujuan jangka panjang dan hanya ingin melakukan apa yang mempunyai tujuan abadi. Sayang sekali, mereka biasanya menikah dengan orang yang menyukai kesenangan dan kemewahan hidup dan kemudian merasa tertekan oleh hal-hal sepele yang menggembirakan teman hidupnya.
Jenius dan Intelek. Aristoteles dulu mengatakan “Semua orang jenius punya watak Melankolis”. Penulis, pelukis, dan musikus biasanya orang yang Melankolis yang Sempurna, karena mereka dilahirkan dengan potensi jenius yang kalau dimotivasi dan dikembangkan secara semestinya akan menghasilkan karya super hebat.
Berbakat dan Kreatif. Orang Melankolis yang Sempurna adalah orang yang paling berbakat diantara semua jenis watak. Mereka mungkin artistik, musikal, filosofis, puitis dan berbakat sastrawan. Mereka menghargai orang yang berbakat, mengagumi orang jenius, dan kadang menitikkan air mata karena terpengaruh oleh emosinya. Mereka tergerak kepada keajaiban alam. Mereka tenggelam dalam simfoni dan tidak lepas dari kabel woofernya. Semakin sempurna mereka menjadi orang Melankolis semakin banyak komponen stereo yang mereka perlukan.
Menyukai daftar, diagram, grafik dan bagan. Otak Melankolis yang Sempurna berpikir dengan cara yang demikian teratur.
Sadar Perincian. Banyak hal kecil dalam kehidupan yang bahkan sangat penting bagi orang Melankolis yang Sempurna. Misalnya cara memegang sendok, peletakan bantal di kamar tidur yang salah, asbak yang kotor, dan sebagainya. Hal kecil seperti ini menjadi pikiran bagi mereka.
Tertib dan Terorganisasi. Orang Melankolis yang Sempurna mengejar keteraturan. Sanguinis bisa saja bekerja di dapur yang berantakan, tetapi orang Melankolis yang Sempurna harus tertib segala-galanya, atau mereka tidak akan dapat bekerja dengan baik. Orang Melankolis yang Sempurna menyukai lemari pakaian yang tertib dan teratur. Bagi orang yang tidak berada di watak ini mungkin perlu mengetahui arti keteraturan bagi Melankolis yang Sempurna, dan betapa akan sangat membantu setiaporang di antara kita untuk paling tidak menuju arah ini.
Teratur dan Rapi. Melankolis yang Sempurna biasanya berpakaian bagus dan terawat dengan cermat. Kaum prianya tampak efisien, dan kaum wanitanya menata rambutnya dengan rapi. Mereka menginginkan lingkungannya teratur dan rapi, dan mereka berjalan berkeliling merapikan barang-barang milik orang lain.
Perfeksionis – Standar Tinggi. Motto orang Melankolis yang Sempurna adalah Kalau itu layak dilakukan, itu layak dilakukan dengan benar. Atau Jika itu bisa dilakukan secara sempurna, kenapa tidak?? Tidak pernah menjadi persoalan secepat apa dia melakukannya, tetapi sebaik apa. Kualitas selalu lebih penting daripada kuantitas, dan akalu orang Melankolis memimpin, kita tau pekerjaan akan diselesaikan dengan benar dan tepat pada waktunya.
Ekonomis. Orang Melankolis yang Sempurna menurut sifatnya tidak pernah membuang-buang apapun, dan mereka suka menang dalam tawar-menawar.
Perhatian dan Belas Kasihan yang Mendalam. Orang Melankolis yang Sempurna sangat memperhatikan orang lain dan peka terhadap keperluan mereka. Sementara Sanguinis berusaha menjadi pusat perhatian, orang Melankolis yang Sempurna memperhatikan orang lain dan menaruh belas kasihan dalam masalahnya. Melankolis yang Sempurna bisa menjadi penasehat yang baik sekali karena mereka mempunyai kemampuan yang mendalam untuk melihat ke dalam hati seseorang. Mereka bersedia mendengarkan masalah orang lain, menganalisisnya dan menemukan pemecahan masalah yang bisa dilaksanakan. Sanguinis yang Populer bisa diam cukup lama untuk mendengarkan masalah orang lain dan mereka tidak ingin terlibat dalam situasi negatif apa pun, tetapi orang Melankolis yang Sempurna punya rasa belas kasihan yang tulus kepada orang lain dan benar-benar punya perhatian.
Mencari Teman Hidup yang Ideal. Karena orang Melankolis yang Sempurna adalah orang-orang perfeksionis, mereka menginginkan teman hidup yang sempurna pula. Mereka menjaga persahabatan dengan hati-hati, untuk melihat apakah orang lain setara dengannya dan mereka suka punya sedikit teman yang setia dan berbakti, daripada punya banyak kenalan seperti Sanguinis yang Populer.
Masalah
Orang Melankolis yang Sempurna Mudah Tertekan
Orang Melankolis yang Sempurna Punya Citra Diri Rendah
Orang Melankolis yang Sempurna Menunda-Nunda