Jumat, 23 Maret 2012


KISAHKU SI “ANEH”

Aku bingung ingin bercerita darimana, karena sebenarnya aku tak ingin menceritakan ini, tetapi aku pun sudah lelah menanggung ini semua selama hampir  30 tahun, waktu yang tak sebentar bukan?.  Hmmm oke….aku akan mulai bercerita
Dulu, aku sama seperti anak laki-laki kecil lainnya, suka bermain, berlari kesana kemari tak mau diam, badanku tumbuh dengan sewajarnya anak-anak seumuranku. Sungguh indah masa kecilku, sebelum penyakit itu datang. Aku menderita penyakit itu sekitar umur 12 tahun, sebenarnya ini penyakit bawaan dari lahir namun ketika itu baru tumbuh. Aku pun tak tau persis apa nama penyakit ini, sejenis kanker kulit yang tumbuh terus tetapi tidak ganas. Sebenarnya penyakit ini tak pernah mengganggu organ-organ dalamku, tak ada keluhan yang kurasa. Satu yang pasti ”dia” telah membuatku sulit bergerak, tanganku terus diberi beban olehnya, sampai saat ini tangan kananku sudah sangat sulit diangkat, tangan ini hanya bisa terkulai lemah.
Kanker ini memang hanya menggelayuti tanganku, bebannya setiap hari bertambah secara perlahan, bisa kalian bayangkan sekarang tanganku sebesar apa. Pekerjaan yang menurut kalian sangat mudah dilakukan akan berbanding terbalik denganku, salah satunya memekai pakaian, untuk kalian beberapa detik pun bisa selesai sedangkan aku perlu perjuangan yang lama karena lagi-lagi tanganku tak muat di lengan baju manapun sehingga harus ku paksa dan aku hanya bisa memakai tangan kiriku yang sebenarnya sama juga berat tetapi semua itu ku jalani sendiri, aku enggan meminta bantuan orang lain, selagi ku mampu aku akan mengerjakan sesuatu hal itu sendiri, aku tak mau menyusahkan orang lain, aku tak mau dikasihani orang lain sekalipun itu keluargaku. Karena tanganku semakin berat tulang dadaku menonjol kedepan manahan beban, ya inilah penampilan yang membuatku tambah ”aneh”.
Aku sadari awalnya memang sulit menjalani hidup seperti ini, sangat sedih rasanya ketika melihat orang lain bisa hidup normal dengan tubuhnya, bisa melakukan segala hal yang dia mau. Percaya diriku sering hilang ketika berjalan dikeramaian orang-orang menatap aneh, entah apa yang ada dipikiran mereka, mungkin kasihan dan iba, mungkin juga merasa ketakutan dan ngeri melihatku. Ya apapun yang mereka pikirkan aku sebenarnya tak mau ambil pusing, karena memang inilah aku dengan segala keterbasanku. Bersyukur kelurgaku yang setia menemaniku pergi tak pernah risih dengan tatapan orang-orang, tak pernah merasa malu jalan denganku yang ”aneh” ini. Ya keluargaku adalah sumber percaya diriku, sumber semangatku.
Orang-orang disekitarku yang sudah mengetahui keadaanku memperlakukanku sama seperti orang normal lainnya, sampai suatu saat aku pernah dipercaya menjadi manajer (itu bahasa kerennnya) tim sepak bola rt tempat ku tinggal. Walaupun hanya tingkat rt tapi aku senang karena aku bisa berguna untuk orang lain. Suatu kali aku pernah mencoba usaha makanan ringan yang ku titipkan dibeberapa warung, sayang tidak berlanjut karena aku merugi, akhirnya sekarang aku lebih senang mengurusi ikan-ikan di kolam yang Alhamdulillah sudah beranak pinak banyak. Aku pun pernah dipercaya sebagai bendahara listrik di rt ku, aku senang dengan segala keterbasanku mereka menghargaiku. Aku ingin selalu berusaha jadi orang berguna, aku pun tak ingin jadi orang gaptek, aku punya email dan facebook ya walaupun baru sedikit temanku, tak apalah yang penting eksis.   
Kalian tahu saat ini aku sudah malas pergi jauh, aku sudah enggan berjalan di keramaian, karena tanganku sudah sangat membuatku keberatan, lelah rasanya mambawanya kemana-mana. Dunia maya yang menjadi hiburanku, ikan-ikan yang selalu menemaniku dan yang pasti orang tua yang setia mendampingiku sampai sekarang.   Shalat semakin sulit ku kerjakan ketika takbiratul ihram tanganku kubiarkan terjulur, karena lagi-lagi memang berat, memang sholatku tak bisa seperti orang normal lainnya namun yang pasti aku tak akan pernah berhenti melaksanakannya selama nafasku masih ada. Kalian tahu sekarang di sekujur tubuhku tumbuh benjolan-benjolan kecil, kata dokter yang memeriksaku namanya neropibromatosis, ini membuat penampilanku makin buruk. Kini  hanya bisa kupasrahkan semua padaNYA, hanya DIA pemilik segala yang tau setiap bisikkan hati, mungkin ini memang salah satu  cara Allah menyayangiku. Sekarang penyakitku sedang diteliti oleh para ahli, setiap beberapa bulan sekali ku pergi ke jakarta untuk diperiksa secara rutin, tentu saja aku ditemani oleh kakakku yang dari dulu sampai sekarang selalu mengusahakan pengobatan untukku, namun karena belum diketahui penyakit pastinya apa apalagi obatnya jadi kubiarkan aku menjadi bahan penelitian, ku berharap dengan begitu jika suatu saat ada yang mengalami penyakit sepertiku sudah ditemukan obatnya.
Selalu bersyukurlah kalian yang mempunyai tubuh yang sempurna, percaya dirilah dengan apa yang diberikan Allah untuk kita. Jika kalian mendapatkan ujian dalam hidup yakinlah bahwa itu salah satu caraNYA menyayangi kita dan hadapilah ujian itu semampunya, jangan merasa Allah tak adil karena kita tak pernah tau masih banyak orang yang diberi ujian jauh melebihi yang kita rasakan.
  
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar